Tuesday, 14 May 2013

Program C++: Penjualan Ayam Goreng


#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <iomanip.h>

void main ()
{
long int potong[30],n,i,total[30],totalbayar,bayar=0;
float pajak;
char jenisptg[30];
cout<<"Banyak Jenis = ";
cin>>n;
for(i=0;i<n;i++)
{
cout<<"Pemesanan ke-"<<i+1<<endl;
cout<<"Jenis Potongan ayam [D/P/S] = ";cin>>jenisptg[i];
cout<<"Banyaknya Potongan = ";cin>>potong[i];
cout<<"\n";
}
cout<<"--------------------------------------------------------------------\n";
cout<<"No.\tJenis Potong\tHarga Satuan\tBanyaknya\tJumlah harga\n";
cout<<"--------------------------------------------------------------------\n";
for(i=0;i<n;i++)
{
cout<<i+1<<"\t";
if (jenisptg[i]=='d'||jenisptg[i]=='D')
{  total[i]=2500*potong[i];
cout<<"\t Dada\t\t2500\t\t"<<potong[i]<<"\t\t"<<total[i]<<endl;
}
else if (jenisptg[i]=='p'||jenisptg[i]=='P')
{  total[i]=2000*potong[i];
cout<<"\t Paha\t\t2000\t\t"<<potong[i]<<"\t\t"<<total[i]<<endl;
}
else if (jenisptg[i]=='s'||jenisptg[i]=='S')
{  total[i]=1500*potong[i];
cout<<"\t Sayap\t\t1500\t\t"<<potong[i]<<"\t\t"<<total[i]<<endl;
} bayar=bayar+total[i];
cout<<endl;}
cout<<"--------------------------------------------------------------------\n";
cout<<"\t\t\t\t\tJumlah Biaya    = "<<bayar<<endl;
cout<<"\t\t\t\t\tPajak           = "<<(0.1*bayar)<<endl;
cout<<"\t\t\t\t\tTotal yg dibayar= "<<bayar+(0.1*bayar)<<endl;
cout<<"--------------------------------------------------------------------\n";
}

Program C++: Menghitung Gaji Pegawai


#include <iostream.h>
#include <stdio.h>

struct pegawai { char nama[30];
char gol;
char nip [30];
float jamkerja; };
void main ()
{
char gol;
long int jamkerja,lembura,lemburc,lemburb,total;
int i,j;
cout<<"Masukkan Jumlah Data =";
cin>>j;
cout<<endl;
pegawai a[40];
for (i=0;i<j;i++)
{ cout<<"Data ke-"<<(i+1)<<endl;
cout<<"Nama :";
gets(a[i].nama);
cout<<"NIP :";
gets(a[i].nip);
cout<<"Golongan :";
cin>>gol;
cout<<"Jam Kerja :";
cin>>jamkerja;

if (gol=='a'||gol=='A')
{ cout<<"Gaji Pokok = Rp. 5000000"<<endl;
if(jamkerja>30)
{ lembura=jamkerja-30;
cout<<"Lembur : "<<lembura<<endl; }
total=5000000+(lembura*10000);
cout<<"Total Gaji = "<<total<<endl; }
else if (gol=='b'||gol=='B')
{ cout<<"Gaji Pokok = Rp 3000000"<<endl;
if (jamkerja>30)
{ lemburb=jamkerja-30;
cout<<"Lembur : "<<lemburb<<endl; }
total=3000000+(lemburb*10000);
cout<<"Total Gaji = "<<total<<endl; }
else if (gol=='c'||gol=='C')
{  cout<<"Gaji Pokok = Rp 1000000"<<endl;
if (jamkerja>30)
{ lemburc=jamkerja-30;
cout<<"Lembur : "<<lemburc<<endl; }
total=1000000+(lemburc*10000);
cout<<"Total Gaji = "<<total<<endl;  }
}
}

Program C++: Mengurutkan Angka


#include <iostream.h>
void main ()
{
int angka[20];
int i,j,k,byk;
cout<<"Masukkan Data =";
cin>>byk;

for (i=0;i<byk;i++)
{
cout<<"Data ke-"<<i+1<<"=";
cin>>angka[i];
}
cout<<"\n\n";
cout<<"Data sebelum diurutkan "<<endl;
for (i=0;i<byk;i++)
{
cout<<angka[i]<<" ";
}
cout<<endl;
for (i=0;i<byk;i++)
{
for (j=i+1;j<byk;j++)
{ if (angka[i]>angka[j])
{  k=angka[i];
angka[i]=angka[j];
angka[j]=k; }
}
}


cout<<"Data Setelah diurutkan :"<<endl;
for (i=0;i<byk;i++)
{ cout<<angka[i]<<" "; }
}

Korelasi Rank


Korelasi rank dipakai apabila: (1) kedua variabel yang akan dikorelasikan itu mempunyai tingkat data ordinal, (2) jumlah anggota sampel di bawah 30 (sampel kecil), (3) data tersebut memang diubah dari interval ke ordinal, dan (4) data interval tersebut tidak berdistribusi normal.
Korelasi rank ini ditemukan oleh Spearman, sehingga disebut juga sebagai korelasi Spearman. Korelasi ini dapat juga disebut sebagai korelasi bertingkat, korelasi berjenjang, korelasi beruntun, atau korelasi berpangkat.
Besarnya hubungan antara dua variabel atau derajat hubungan yang mengukur korelasi berpangkat disebut koefisien korelasi berpangkat atau koefisien korelasi Spearman yang dinyatakan dengan lambang rs. Makna dan kelayakan nilai r seperti halnya dengan yang diuraikan korelasi PPM.
A.      GUNA KORELASI RANK
Korelasi rank berguna untuk mendapatkan:
1)      Kuatnya hubungan dua buah data ordinal,
2)      Derajat kesesuaian dari dua penilai terhadap kelompok yang sama,
3)      Validitas konkuren alat pengumpul data,
4)      Reliabilitas alat pengumpul data setelah dikembangkan bersama-sama dengan William Brown, sehingga disebut dengan korelasi Spearman-Brown dengan lambing rii.

B.      RUMUS KORELASI RANK
Korelasi Spearman                 
Korelasi Spearman-Brown     

C.      LANGKAH-LANGKAH MENGHITUNG KOEFISIEN KORELASI RANK
1.      Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat:
a.      Ha : terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X dan Y.
b.      H0 : tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X dan Y.
2.      Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik:
a.      Ha : r ≠ 0
b.      H0 : r = 0
3.      Buatlah tabel penolong untuk menghitung koefisien korelasi rank.


TABEL 1
PENOLONG MENGHITUNG KORELASI RANK
Nilai
Genap
Nilai
Ganjil
Rank
Genap
Rank
Ganjil
Beda (b)
b2












4.      Menentukan nilai-nilai yang terdapat dalam tabel tersebut ke dalam rumus rs.
5.      Tetapkan taraf signifikannya.
6.      Tentukan kriteria pengujian signifikansi rs.
Jika –rs tabel  ≤ rs hitung ≤ rs tabel, maka H0 diterima atau korelasinya tidak signifikan.
Catatan:
Setelah melalui pengujian hipotesis dan hasilnya signifikan, (Ho ditolak), maka untuk menentukan keeratan hubungan bisa digunakan Kriteria Guilford (1956), yaitu :
·         kurang dari 0,20 : Hubungan yang sangat kecil dan bisa diabaikan
·         0,20 - < 0,40 : Hubungan yang kecil (tidak erat)
·         0,40 - < 0,70 : Hubungan yang cukup erat
·         0,70 - < 0,90 : Hubungan yang erat (reliabel)
·         0,90 - < 1,00 : Hubungan yang sangat erat (sangat reliabel)
·         1,00 : Hubungan yang sempurna

7.      Cari rs tabel pada daftar r kritis untuk Spearman dengan N dan taraf signifikan langkah 5.
8.      Bandingkan rs hitung dengan rs tabel dan konsultasikan dengan kriteria di langkah 6.
9.      Buatlah kesimpulan.
Catatan:
Jika tidak ingin menggunakan tabel r kritis Spearman, maka dapat pula menggunakan tabel t sebagai pengganti langkah 4, 6, 7 dan 8 sebagai berikut:
4. Cari thitung dengan rumus:
thitung = rs
6. Jika –ts tabel < ts hitung < ts tabel , maka H0 diterima atau korelasinya tidak signifikan.
7. Tentukan dk = n – 2 dan dengan taraf signifikansi seperti langkah 3 dan lihat tabel t sehingga didapat nilai ttabel.
8. Bandingkan thitung dengan ttabel dan konsultasikan dengan kriteria 4 di atas.