Korelasi rank dipakai apabila: (1) kedua
variabel yang akan dikorelasikan itu mempunyai tingkat data ordinal, (2) jumlah
anggota sampel di bawah 30 (sampel kecil), (3) data tersebut memang diubah dari
interval ke ordinal, dan (4) data interval tersebut tidak berdistribusi normal.
Korelasi rank ini ditemukan oleh Spearman,
sehingga disebut juga sebagai korelasi
Spearman. Korelasi ini dapat juga disebut sebagai korelasi bertingkat,
korelasi berjenjang, korelasi beruntun, atau korelasi berpangkat.
Besarnya hubungan antara dua variabel atau
derajat hubungan yang mengukur korelasi berpangkat disebut koefisien korelasi berpangkat atau koefisien korelasi Spearman yang
dinyatakan dengan lambang rs. Makna dan kelayakan nilai r
seperti halnya dengan yang diuraikan korelasi PPM.
A. GUNA KORELASI RANK
Korelasi rank
berguna untuk mendapatkan:
1) Kuatnya hubungan dua buah data ordinal,
2) Derajat kesesuaian dari dua penilai terhadap
kelompok yang sama,
3) Validitas konkuren alat pengumpul data,
4) Reliabilitas alat pengumpul data setelah
dikembangkan bersama-sama dengan William Brown, sehingga disebut dengan
korelasi Spearman-Brown dengan lambing rii.
B. RUMUS KORELASI RANK
Korelasi Spearman
Korelasi
Spearman-Brown
C.
LANGKAH-LANGKAH
MENGHITUNG KOEFISIEN KORELASI RANK
1. Tulis Ha dan H0 dalam
bentuk kalimat:
a. Ha : terdapat hubungan yang positif
dan signifikan antara variabel X dan Y.
b. H0 : tidak terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara variabel X dan Y.
2. Tulis Ha dan H0 dalam
bentuk statistik:
a. Ha : r ≠ 0
b. H0 : r = 0
3. Buatlah tabel penolong untuk menghitung
koefisien korelasi rank.
TABEL 1
|
|||||
PENOLONG MENGHITUNG KORELASI RANK
|
|||||
Nilai
Genap
|
Nilai
Ganjil
|
Rank
Genap
|
Rank
Ganjil
|
Beda (b)
|
b2
|
4.
Menentukan nilai-nilai
yang terdapat dalam tabel tersebut ke dalam rumus rs.
5. Tetapkan taraf signifikannya.
6. Tentukan kriteria pengujian signifikansi rs.
Jika –rs tabel ≤ rs hitung ≤ rs tabel,
maka H0 diterima atau korelasinya tidak signifikan.
Catatan:
Setelah melalui pengujian hipotesis dan
hasilnya signifikan, (Ho ditolak), maka untuk menentukan keeratan hubungan bisa
digunakan Kriteria Guilford (1956), yaitu :
·
kurang dari 0,20
: Hubungan yang sangat kecil dan bisa diabaikan
·
0,20 - < 0,40
: Hubungan yang kecil (tidak erat)
·
0,40 - < 0,70
: Hubungan yang cukup erat
·
0,70 - < 0,90
: Hubungan yang erat (reliabel)
·
0,90 - < 1,00
: Hubungan yang sangat erat (sangat reliabel)
·
1,00 : Hubungan
yang sempurna
7. Cari rs tabel pada daftar r kritis
untuk Spearman dengan N dan taraf signifikan langkah 5.
8. Bandingkan rs hitung dengan rs
tabel dan konsultasikan dengan kriteria di langkah 6.
9. Buatlah kesimpulan.
Catatan:
Jika tidak ingin menggunakan tabel r kritis
Spearman, maka dapat pula menggunakan tabel t sebagai pengganti langkah 4, 6, 7
dan 8 sebagai berikut:
4. Cari thitung dengan rumus:
thitung = rs
6. Jika –ts tabel < ts hitung < ts
tabel , maka H0 diterima atau
korelasinya tidak signifikan.
7. Tentukan dk = n – 2 dan dengan taraf
signifikansi seperti langkah 3 dan lihat tabel t sehingga didapat nilai ttabel.
8. Bandingkan thitung dengan ttabel
dan konsultasikan dengan kriteria 4 di atas.
No comments:
Post a Comment